Pahit 5 Mei 2007
Posted by igun in Daily, Puisi.Tags: diary, Kehidupan, myself, patah hati, Puisi, Teman
trackback
Hidup seperti satu batang rokok. Kamu mainkan korekmu, lalu nyalakan. Begitu dimulai, bara api berjalan pelan seakan mengancam.
Satu dua satu empat.. Hisap lalu keluarkan.. Kamu diam, api berjalan. Apa yang kau peroleh, adalah apa yang kau hisap. Apa yang kau buang adalah asap yang kau keluarkan. Tidak bisa kau miliki semua. Atau kau akan mati dengan paru-paru hitam penuh asap putih dengan bayangan tengkorak di otakmu.
Biarlah impian datang dan pergi. Biarlah harapan musnah dan kegetiran menghampiri. Tanpa kau sadari, hidup ini akan terus berjalan. Dunia akan terus berputar. Dan kau penuhi harimu dengan rutinitas berpadu kebosanan.
Sh*t!, I’m still here..
Terimakasih buat Adhy atas waktu yang terbuang. Tiga jam menyusuri lorong Bandung. Menyusuri kiaracondong sampai astana anyar. Dari dago sampai terusan pasirkoja. Garpit yang masih tetap saja enak. Dan aku tersadar, bandung masih saja kelam. Saatnya untuk terjun Brur!
Komentar»
No comments yet — be the first.