<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Polemik Plagiat</title>
	<atom:link href="http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/</link>
	<description>Just a late night shift man and his computer..</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2009 12:56:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: igun</title>
		<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/#comment-489</link>
		<dc:creator>igun</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 20:46:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://igun.wordpress.com/?p=53#comment-489</guid>
		<description>@miff --&gt;
Jika plagiat dilakukan dengan kesengajaan, maka itu kemalasan. Kadangkala, ide bisa datang pada banyak orang. 

@lucky --&gt; 
ha3x. Aneh gimana? Kalo baik-baik terus dan ga ada masalah, gimana mau berkembang.. Ini yang namanya dinamika. :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@miff &#8211;&gt;<br />
Jika plagiat dilakukan dengan kesengajaan, maka itu kemalasan. Kadangkala, ide bisa datang pada banyak orang. </p>
<p>@lucky &#8211;&gt;<br />
ha3x. Aneh gimana? Kalo baik-baik terus dan ga ada masalah, gimana mau berkembang.. Ini yang namanya dinamika. :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lucky</title>
		<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/#comment-488</link>
		<dc:creator>lucky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:51:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://igun.wordpress.com/?p=53#comment-488</guid>
		<description>Pasalnya karet ternyata ya...demi hukum memang seharusnya ada pendefinisian yang jelas...
*atau emang sengaja karet biar bisa ditafsirkan seenaknya?* hehehe...
Btw, gun, di TI kok makin aneh-aneh? apa perasaan saya aja yg selalu denger kabar2 buruk dari TI kalo ketemu igun? ;p

TA gun, TA! ;p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasalnya karet ternyata ya&#8230;demi hukum memang seharusnya ada pendefinisian yang jelas&#8230;<br />
*atau emang sengaja karet biar bisa ditafsirkan seenaknya?* hehehe&#8230;<br />
Btw, gun, di TI kok makin aneh-aneh? apa perasaan saya aja yg selalu denger kabar2 buruk dari TI kalo ketemu igun? ;p</p>
<p>TA gun, TA! ;p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: miff</title>
		<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/#comment-481</link>
		<dc:creator>miff</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 04:30:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://igun.wordpress.com/?p=53#comment-481</guid>
		<description>hmm..bagi saya plagiat adalah suatu bentuk kemalasan intelektual dan  penghambaan terhadap pengakuan semu atas hasil karya yang benar-benar orisinil. so..kurangi malesnya dalam kehidupan sehari-hari ya gun..ntar ndak jadi kebiasaan yg mempengaruhi intelektualitas mas igun shingga tergoda untuk menjadi plagiator...piss</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm..bagi saya plagiat adalah suatu bentuk kemalasan intelektual dan  penghambaan terhadap pengakuan semu atas hasil karya yang benar-benar orisinil. so..kurangi malesnya dalam kehidupan sehari-hari ya gun..ntar ndak jadi kebiasaan yg mempengaruhi intelektualitas mas igun shingga tergoda untuk menjadi plagiator&#8230;piss</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jyoris</title>
		<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/#comment-480</link>
		<dc:creator>jyoris</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 08:05:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://igun.wordpress.com/?p=53#comment-480</guid>
		<description>Thanks informasinya (thx jg udh singgah di blog saya). Panggil saja Jefri.

Jadi gitu ceritanya. Jaman saya kuliah dulu jg pernah ada kasus begini, cuma saat laporan praktikum. Akhirnya ybs dikenai sangsi tidak lulus. Saya setuju peran dosen pembimbing sangat vital, sehingga bisa dibilang TA tersebut sebenarnya &quot;produk&quot; dia jg. Oleh karena itu sepatutnya dosen pembimbing tidak ada dalam tim penguji, karena dikhawatirkan terjadi bias dalam penilaiannya. 

Saya masih ingat pak Aso, masih ngajar toh beliau?

Thx utk link ke blog agregator TI-nya. Nanti saya coba kunjungi.

Tulisan aplikasi TI di dunia kerja? Kira-kira aspek apanya ya yang menarik utk mahasiswa TI jaman ini ya? (kayanya saya tua banget 8-)..).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks informasinya (thx jg udh singgah di blog saya). Panggil saja Jefri.</p>
<p>Jadi gitu ceritanya. Jaman saya kuliah dulu jg pernah ada kasus begini, cuma saat laporan praktikum. Akhirnya ybs dikenai sangsi tidak lulus. Saya setuju peran dosen pembimbing sangat vital, sehingga bisa dibilang TA tersebut sebenarnya &#8220;produk&#8221; dia jg. Oleh karena itu sepatutnya dosen pembimbing tidak ada dalam tim penguji, karena dikhawatirkan terjadi bias dalam penilaiannya. </p>
<p>Saya masih ingat pak Aso, masih ngajar toh beliau?</p>
<p>Thx utk link ke blog agregator TI-nya. Nanti saya coba kunjungi.</p>
<p>Tulisan aplikasi TI di dunia kerja? Kira-kira aspek apanya ya yang menarik utk mahasiswa TI jaman ini ya? (kayanya saya tua banget 8-)..).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: igun</title>
		<link>http://igun.wordpress.com/2008/02/20/polemik-plagiat/#comment-479</link>
		<dc:creator>igun</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 18:47:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://igun.wordpress.com/?p=53#comment-479</guid>
		<description>Salam kenal juga Pak Yoris (bener ga Pak?).

Sama-sama Pak. Detil kasusnya kurang lebih seperti ini, temen saya mengerjakan Tugas Akhir bertema Balance Score Card. Sebelumnya telah ada teman saya lainnya yang mengerjakan tema yang sama. Teman saya (yang terkena kasus) tersebut melakukan analisis yang sama, hanya saja objeknya adalah perusahaan yang berbeda. Memang arahan Tugas Akhir S1 sekarang lebih diarahkan ke problem solving dan penggunaan suatu teori, bukan ke arah yang lebih mendalam. 

Barangkali karena tema yang sama, ada beberapa bagian yang memungkinkan terjadi kesamaan. Contohnya bagian dasar teori. Teman saya tersebut, karena kenal dan punya soft copy dari teman saya yang mempunyai TA dengan tema sama, akhirnya melakukan copy paste. Bagian yang di copy paste meliputi dasar teori, dan juga analisis (karena terdapat poin analisis yang sama). Teman saya tersebut mencantumkan sumber tulisannya. Tapi, karena terburu-buru, ada beberapa kesalahan ketik yang ikut tercopy juga. Hal ini merupakan pangkal dari kasus plagiat tersebut. Karena dosen penguji membaca dan membandingkan dengan TA referensi teman saya tersebut.

Iya Pak, memang lulus-tidaknya bukan hanya diukur dari makalahnya. Proses bimbingan dengan dosen pembimbing menurut saya merupakan hal yang penting. Pernah ada dosen cerita (Pak Aso Kusuma, semoga Pak Yoris masih ingat :) ), dosen pembimbing merupakan kunci penting. Andaikata mahasiswa yang akan sidang belum siap, dosen pembimbing bisa menyuruh untuk melakukan revisi. Sehingga seharusnya mahasiswa yang sidang sarjana dipastikan lulus, karena telah melalui screening awal oleh dosen pembimbing. Kasus tidak lulus pada sidang sarjana (Nilai D tidak lulus, Pak) harusnya tidak boleh terjadi. Paling lulus, tapi nilainya jelek (Nilai C misalnya..). 

Begitulah pendapat saya. Terimakasih atas komentarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal juga Pak Yoris (bener ga Pak?).</p>
<p>Sama-sama Pak. Detil kasusnya kurang lebih seperti ini, temen saya mengerjakan Tugas Akhir bertema Balance Score Card. Sebelumnya telah ada teman saya lainnya yang mengerjakan tema yang sama. Teman saya (yang terkena kasus) tersebut melakukan analisis yang sama, hanya saja objeknya adalah perusahaan yang berbeda. Memang arahan Tugas Akhir S1 sekarang lebih diarahkan ke problem solving dan penggunaan suatu teori, bukan ke arah yang lebih mendalam. </p>
<p>Barangkali karena tema yang sama, ada beberapa bagian yang memungkinkan terjadi kesamaan. Contohnya bagian dasar teori. Teman saya tersebut, karena kenal dan punya soft copy dari teman saya yang mempunyai TA dengan tema sama, akhirnya melakukan copy paste. Bagian yang di copy paste meliputi dasar teori, dan juga analisis (karena terdapat poin analisis yang sama). Teman saya tersebut mencantumkan sumber tulisannya. Tapi, karena terburu-buru, ada beberapa kesalahan ketik yang ikut tercopy juga. Hal ini merupakan pangkal dari kasus plagiat tersebut. Karena dosen penguji membaca dan membandingkan dengan TA referensi teman saya tersebut.</p>
<p>Iya Pak, memang lulus-tidaknya bukan hanya diukur dari makalahnya. Proses bimbingan dengan dosen pembimbing menurut saya merupakan hal yang penting. Pernah ada dosen cerita (Pak Aso Kusuma, semoga Pak Yoris masih ingat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ), dosen pembimbing merupakan kunci penting. Andaikata mahasiswa yang akan sidang belum siap, dosen pembimbing bisa menyuruh untuk melakukan revisi. Sehingga seharusnya mahasiswa yang sidang sarjana dipastikan lulus, karena telah melalui screening awal oleh dosen pembimbing. Kasus tidak lulus pada sidang sarjana (Nilai D tidak lulus, Pak) harusnya tidak boleh terjadi. Paling lulus, tapi nilainya jelek (Nilai C misalnya..). </p>
<p>Begitulah pendapat saya. Terimakasih atas komentarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
