Pahit

Hidup seperti satu batang rokok. Kamu mainkan korekmu, lalu nyalakan. Begitu dimulai, bara api berjalan pelan seakan mengancam.

Satu dua satu empat.. Hisap lalu keluarkan.. Kamu diam, api berjalan. Apa yang kau peroleh, adalah apa yang kau hisap. Apa yang kau buang adalah asap yang kau keluarkan. Tidak bisa kau miliki semua. Atau kau akan mati dengan paru-paru hitam penuh asap putih dengan bayangan tengkorak di otakmu.

Biarlah impian datang dan pergi. Biarlah harapan musnah dan kegetiran menghampiri. Tanpa kau sadari, hidup ini akan terus berjalan. Dunia akan terus berputar. Dan kau penuhi harimu dengan rutinitas berpadu kebosanan.

Sh*t!, I’m still here..

Terimakasih buat Adhy atas waktu yang terbuang. Tiga jam menyusuri lorong Bandung. Menyusuri kiaracondong sampai astana anyar. Dari dago sampai terusan pasirkoja. Garpit yang masih tetap saja enak. Dan aku tersadar, bandung masih saja kelam. Saatnya untuk terjun Brur!

Dengan kaitkata , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: