Jadi Laki-laki

Barangkali aku memang pengecut..

Kambing Taek..
Pulang saja menyusu pada ibumu,
Jangan kembali sebelum kau jadi laki-laki

Laki-laki itu
Harus jelas pribadinya..
Laki-laki itu
Tidak akan pernah berada di tempat yang gelap,
sekalipun itu aman.

Jadilah laki-laki
Sekali berarti, sudah itu mati..

Pengecut adalah sampah.

Thanks: miff (caring and listening), adhy (kawan senasib.. tapi ketoke nasibmu luwih apik), agung (makasih traktiran ronde jahe nya..), anonim (untuk puisinya..)

Dengan kaitkata , , ,

6 thoughts on “Jadi Laki-laki

  1. trian mengatakan:

    Sekali berarti, sudah itu mati..

    rasa-rasanya kenal kalimat ini gun? hayo ngaku!๐Ÿ˜€

  2. adhy mengatakan:

    nasib ? apa hakmu untuk bicara soal nasib ?
    eh, puisi iku kok kayane familiar yah.

  3. arul mengatakan:

    sabar2….๐Ÿ™‚

  4. astyka mengatakan:

    :)) dasar…

  5. igun mengatakan:

    jangan terlalu berharap,
    barang siapa terlalu berharap,
    akan berakhir di negeri sepi,
    dimana tak ada lagi cinta
    hanya air mata di tiap senja

    mbah dullah nyunggi bedhil,
    gusti allah maha adil,
    siapa menanam kanthil
    njaluk diantil….

    bila jawa adalah kunci,
    cina brankasnya
    dan yahudi yang punya

  6. Plugiator mengatakan:

    Sekali berarti, sudah itu mati… (penggalan puisi Chairil Anwar dalam sajak Diponegoro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: